Tampilkan postingan dengan label Candi Gedong Songo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Gedong Songo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2015

Wisata Kuliner Sate Kelinci Di Candi Gedong Songo

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Candi Gedong Songo tanpa terlebih dahulu mencicipi sate kelinci. Di kawasan objek wisata Candi Gedong Songo banyak kios yang menjadikan sate kelinci sebagai hidangan andalan. Peternakan kelinci di Desa Candi memang tidak sebesar peternakan yang sapi dan kambing, karena memang peternakan di Desa Candi didominasi dengan kambing dan  sapi.

Daging yang digunakan dalam sate kelinci ada yang merupakan hasil ternak sendiri tapi ada juga yang mendapatkan kelinci dengan membelinya dipasar. Sate kelinci dapat dinikmati bersamaan dengan nasi atau lontong, ditaburi dengan sambal kacang tentu akan menggoyang lidah. Seporsi sate kelinci dan nasi biasanya berkisar di harga Rp. 20.000,-.

Senin, 02 Februari 2015

Candi Gedong Songo


Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Candi Gedongsongo, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dan kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi. Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan. Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Kabut tipis turun dari atas gunung sering muncul mengakibatkan mata tidak dapat memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin.  Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik. Anda bisa memanfaatkan jasa transportasi kuda untuk berwisata mengelilingi obyek wisata Candi Gedongsongo. Tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedong Songo. Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1925, Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedong Songo pada tahun 1865. Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadapt kompleks candi dan Knebel melakukan inventarisasi pada tahun 1910-1911.


Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut.